
Semakin tingginya ketergantungan terhadap layanan digital juga diikuti oleh meningkatnya ancaman keamanan siber, salah satunya adalah Distributed Denial of Service (DDoS), yaitu jenis serangan siber yang bertujuan membuat sebuah layanan digital, server, aplikasi, atau website tidak dapat diakses oleh pengguna yang sah.
Serangan dilakukan dengan mengirimkan lalu lintas data dalam jumlah sangat besar dari banyak perangkat secara bersamaan hingga kapasitas server atau jaringan tidak mampu menanganinya. Akibatnya, layanan menjadi lambat, tidak responsif, bahkan mengalami downtime.
Berbeda dengan serangan yang bertujuan mencuri data, DDoS berfokus pada mengganggu ketersediaan layanan (availability), yang merupakan salah satu aspek penting dalam keamanan informasi.
Bagaimana Cara Kerja Serangan DDoS?
Pada dasarnya, serangan DDoS memanfaatkan banyak perangkat yang telah dikendalikan penyerang untuk mengirimkan permintaan akses secara bersamaan ke server target. Diantaranya:
Pelaku serangan mengarahkan ribuan hingga jutaan permintaan dalam waktu singkat sehingga server kesulitan membedakan trafik asli dan trafik berbahaya.
Lonjakan trafik tersebut mengonsumsi bandwidth, memori, dan sumber daya komputasi hingga layanan tidak mampu melayani permintaan dari pengguna yang sah.
Ketika kapasitas server telah mencapai batas maksimum, website, aplikasi, maupun layanan digital perusahaan menjadi lambat atau bahkan tidak dapat diakses sama sekali.
Dampak Serangan DDoS terhadap Operasional Bisnis
Serangan DDoS dapat menimbulkan berbagai konsekuensi bagi perusahaan, terutama yang mengandalkan layanan digital sebagai bagian dari operasional bisnis, antara lain:
Website perusahaan, aplikasi pelanggan, sistem transaksi, maupun layanan internal dapat mengalami downtime sehingga menghambat aktivitas bisnis.
Gangguan sistem membuat proses kerja menjadi terhambat. Karyawan kesulitan mengakses aplikasi yang dibutuhkan sehingga produktivitas menurun.
Bagi perusahaan yang menjalankan bisnis digital, setiap menit layanan tidak dapat diakses berpotensi menyebabkan hilangnya peluang transaksi dan pendapatan.
Pelanggan mengharapkan layanan digital yang cepat dan selalu tersedia. Gangguan berulang dapat menurunkan tingkat kepuasan sekaligus mengurangi loyalitas pelanggan.
Di era digital, gangguan layanan dapat dengan cepat menjadi perhatian publik. Jika tidak ditangani dengan baik, insiden tersebut dapat memengaruhi citra perusahaan dalam jangka panjang.
Mengapa Serangan DDoS Semakin Perlu Diwaspadai?
Seiring meningkatnya transformasi digital, perusahaan semakin banyak memanfaatkan aplikasi berbasis cloud, layanan daring, dan sistem yang saling terhubung. Kondisi ini memperluas permukaan serangan (attack surface) yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Karena itu, perlindungan terhadap ketersediaan layanan digital menjadi sama pentingnya dengan perlindungan data dan informasi perusahaan.
Serangan DDoS merupakan ancaman nyata bagi perusahaan yang mengandalkan layanan digital dalam menjalankan bisnis. Gangguan terhadap ketersediaan layanan tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga dapat memengaruhi pendapatan, kepercayaan pelanggan, dan reputasi perusahaan.
Karena itu, perusahaan perlu menerapkan strategi keamanan siber yang proaktif, mulai dari membangun infrastruktur yang andal, melakukan monitoring secara real-time, hingga memanfaatkan solusi perlindungan DDoS yang mampu memitigasi ancaman sebelum berdampak pada layanan bisnis.
DDoS Protection dari Telkom Solution
Dengan dukungan Telkom Solution, perusahaan dapat memperkuat ketahanan infrastruktur digital dan memastikan layanan tetap tersedia sehingga transformasi digital dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan.
Web Application and API Protection dari Telkom Solution dirancang untuk melindungi aplikasi web dan API dari ancaman siber mencakup berbagai teknologi seperti Web Application Firewall (WAF), Bot Protection, Anti DdoS hingga API Protection yang berguna untuk mendeteksi anomali, memberikan perlindungan zero-day hingga membedakan jenis bot.