
Jakarta – Direktur Enterprise & Business Service (EBIS) PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk (Telkom), Veranita Yosephine, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjalankan transformasi perusahaan dan membangun budaya kerja yang inklusif di lingkungan Telkom Solution.
Hal tersebut disampaikan Veranita saat menghadiri acara Srikandi Telkom Group di Employee Corner, TLT Lantai 31, pada 21 April 2026.
Menurut Veranita, perempuan memiliki karakter alami dalam membina, mengasuh, dan memelihara, yang menjadi kekuatan penting dalam menjalankan pekerjaan jangka panjang.
“Kodratnya perempuan itu membina, mengasuh, dan memelihara. Pola seperti ini sudah default ada dalam diri perempuan, dan pekerjaan sejenis itu adalah pekerjaan jangka panjang. Karena itu, perempuan punya daya tahan tersendiri dalam menghadapi dinamika pekerjaan,” jelas Veranita.
Ia menambahkan bahwa perempuan memiliki keunggulan tersendiri dalam menjaga konsistensi dan ketahanan, baik dalam kehidupan keluarga maupun karier profesional.
Sebagai salah satu pemimpin perempuan di Telkom Group, Veranita juga membagikan pengalamannya menerima pengakuan HeForShe Indonesia dari UN Women atas kontribusinya dalam menghadirkan kesetaraan gender di lingkungan kerja.
HeForShe merupakan kampanye solidaritas global yang diluncurkan oleh UN Women pada tahun 2014 untuk mendorong keterlibatan laki-laki dalam memperjuangkan kesetaraan gender bersama perempuan.
Kampanye ini menegaskan bahwa isu kesetaraan gender bukan hanya tanggung jawab perempuan, tetapi tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan sosial dan profesional yang lebih setara.
Di bawah kepemimpinannya, Veranita menerapkan budaya kerja yang inklusif melalui:
Pendekatan tersebut menjadikan kesetaraan gender bukan hanya sebagai nilai perusahaan, tetapi juga bagian dari strategi bisnis dan tata kelola organisasi.
Veranita juga membagikan bagaimana proses transformasi Telkom Enterprise turut didukung oleh senior leader perempuan di lingkungan Telkom Group.
Menurutnya, keyakinan menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan transformasi bisnis, sejalan dengan pesan yang selalu ia sampaikan:
“Everything is possible if we believe.”
Pengalaman tersebut menjadi inspirasi dalam mendorong pemberdayaan perempuan sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam konteks transformasi digital perusahaan.
Melalui pendekatan yang terintegrasi, TelkomGroup terus memperkuat budaya kerja yang setara melalui berbagai inisiatif, antara lain:
Upaya ini diyakini mampu menghadirkan perspektif yang lebih beragam dalam pengambilan keputusan sekaligus mempercepat transformasi organisasi secara berkelanjutan.
Dengan komitmen terhadap prinsip gender equality dan empowering women, TelkomGroup terus membangun organisasi yang lebih tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan.
Langkah ini tidak hanya memperkuat transformasi perusahaan, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.